Recent Updates Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • muhammad.akbar10 12:28 am on 15 September 2010 Permalink | Reply  

    Himpunan Kebiasaan Kecil 

    Nama : Muhammad Fitrah Akbar

    NRP  : C14100070

    Laskar : Laskar 3

    HIMPUNAN KEBIASAAN KECIL

    Di tanah Tiongkok pasa zaman dahulu kala, hiduplah seorang panglima perang yang sangat terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya.

    Suatu hari sang panglima ingin memperlihatkan keahlian memanah kepada rakyat banyak. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 1 buah anak panah di sebuah lapangan luas. Rakyat pun berkumpul penuh rasa ingin tahu menyaksikan peristiwa langsung ini.

    Setelah semua siap dan perangkat memanah sudah di tangannya, sang panglima pun memasuki lapangan dengan percaya diri yang tinggi. Sesaat kemudian sang panglima mulai menarik busur dan melepaskan satu persatu anak panahnya ke sasaran. Shut… shut… shut… anak-anak panah pun melesat dan busur pun tertancap tepat disasarannya. Rakyat pun bersorak-sorai menyaksikan kehebatan sang panglima memanah.

    Dalam waktu singkat, 100 kali anak panah dilepaskan, dan seluruh 100 anak panah pun tepat mengenai sasaran. Dengan wajah berseri-seri dan penuh kebanggaan sang panglima berkata, ”Rakyatku! Lihat panglimamu. Keahlian memanahku adalah karunia dewata yang tiada tandingannya di seluruh negeri ini. Bagaimana pendapat kalian?” Semua penonton berteriak memuji, ”Hebat…! Hebat…! Hebat…!”

    Namun disela-sela teriakan pujian tersebut, tiba-tiba menyeruak seorang penjual minyak yang sudah tua. Menyeletuk keras “Panglima memang hebat! Tetapi kepandaian panglima bukanlah karunia yang turun dari langit, melainkan hanya hasil kebiasaan kecil yang dilatih terus menerus!”

    Sontak panglima dan penonton yang tadi meneriakkan puji pujian memandang dengan tercengang ke arah penjual minyak tadi. Mereka bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tersebut.

    Penjual minyak pun sadar, perkataannya barusan mendapat reaksi yang kurang bersahabat. “Tunggu sebentar…” ujarnya, sang penjual minyak tiba-tiba beranjak dari tempatnya, lalu mengambil sebuah uang koin kuno yang berlubang di tengahnya. Koin tersebut diletakkan di atas mulut botol minyak yang kosong. Lalu dengan penuh keyakinan, ia mengambil gayung berisi minyak dengan menuangkannya ke atas koin. Tak berapa lama botol guci pun penuh terisi. Hebatnya, tak ada setetespun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut! Semuanya lolos melewati lubang kecil yang diameternya tidak lebih dari ¼ cm.

    Panglima perang dan rakyat penonton tercengang, lalu mendadak bersorak-sorai menyaksikan demonstrasi keahlian penjual minyak tersebut. “Hebat… hebat luar biasa!” teriak mereka.

    Dengan penuh kerendahan hati, seorang penjual minyak membungkukkan badan memberi hormat kepada sang panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya. “Kebiasaan yang diulang secara disiplin dan terus menerus, akan melahirkan keahlian “.

     
  • muhammad.akbar10 12:22 am on 15 September 2010 Permalink | Reply  

    Berkat Dia Saya Mengerti Apa Yang Seharusnya Saya Lakukan 

    Nama : Muhammad Fitrah Akbar

    NRP    : C14100070

    Laskar: Laskar 3

    Berkat Dia, Saya Mengerti Apa Yang Seharusnya Saya Lakukan.

    Pada saat saya menginjak bangku SMA, terutama di awal tahun pertama saya benar benar tidak memiliki konsep belajar yang terstruktur. Saya yang ketika berada pada tingkat SMP sering kali mendapatkan nilai nilay yang sangat memuaskan. Akan tetapi, ketika di tahun pertama SMA nilai saya mendadak berubah menjadi tidak karuan, lalu saya berpikir apa yang sebenarnya terjadi dengan saya? Apa yang menyebabkan saya berubah seperti ini? Ternyata setelah saya telusuri dan selidiki saya memiliki masalah dalam hal pengaturan jam belajar.

    Hal tersebut terjadi karena jadwal kegiatan saya pada saat SMA sangatlah padat, mulai dari pukul 5 pagi hingga jam 4 sore. Jadwal saya ketika itu benar benar padat, saya yang biasanya dapat mengulang pelajaran apa yang telah dipelajari di sekolah pada saat SMP kini saya tidak dapat melakukan hal tersebut pada saat SMA. Alhasil dengan kondisi yang seperti itu nilai yang dapat saya peroleh kurang memuaskan.

    Kemudian saya pun berpikir dan mulai ingin segera memperbaiki masalah tersebut. Saya masih belum dapat menemukan jawaban atas apa yang terjadi dengan saya dan hal tersebut pun terus berlanjut hingga saya naik ke tingkat 2. Hingga sampai di tingkat 2 pun saya belum bisa menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    Di tingkat 2, pada saat itu saya bertemu dengan salah seorang teman baru saya, namanya faisal. Faisal adalah seorang anak yang dapat dikatakan memiliki kemampuan yang biasa saja dalam bidang akademis. Akan tetapi setelah berteman cukup lama dengannya saya melihat suatu hal yang selama ini belum pernah lihat sebelumnya. Saya melihat keseriusan belajar dan usaha untuk memperoleh nilai yang memuaskan berbeda dengan keseriusan teman teman saya yang lainnya. Dan setelah saya perhatikan ia adalah seorang anak dengan tipe belajar yang sangat keras.

    Setelah cukup mengamati orang tersebut, saya memutuskan untuk bertanya sesuatu kepadanya. Saya bertanya,”bagaimana caranya supaya saya dapat melakukan cara belajar seperti yang anda lakukan?” . Kemudian faisal menjawab,”semua berawal dari niat, jika kita memiliki niat yang sungguh sungguh pasti kita akan mendapatkan apa yang selama ini telah kita cita cita kan. Saran yang kedua yang diberikan oleh faisal adalah, jadikan belajar sehari hari sebagai makanan sehari hari kita seperti makan. Dengan melakukan kedua hal tersebut insya allah kita mendapatkan kemudahan dalam belajar. Awal mulanya memang berat untuk melakukan hal tersebut. Kurang lebih selama setengah tahun saya mengalami masa masa yang cukup sulit. Dan akhirnya nilai saya berangsur angsur menjadi lebih baik dan oada saat itu saya sering diundang oleh sekolah untuk mengikuti lomba lomba mata pelajaran.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel